Tugas E-learning
BK Pendidikan Dasar
Review Kuliah Umum
Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar
Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah dasar
masih jarang dilakukan dan hanya beberapa sekolah tertentu yang memiliki
kegiatan bimbingan dan konseling yang secara khusus dilakukan oleh guru
bimbingan dan konseling. Biasanya di sekolah dasar pelaksanaan bimbingan dan
konseling dilaksanakan oleh guru kelas,jadi setiap kelas mempunyai satu guru
kelas yang bertanggung jawab terhadap siswa satu kelas yang diampunya.
Sekaligus guru kelas juga bertanggung jawab memberikan mata pelajaran kepada
siswa. Pelaksanaan bimingan dan
konseling di sekolah dasar sama dengan pelaksanaan di sekolah menengah pertama
(SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) hanya saja jenis pelayanan bimbingan dan
konseling yang diberikan kepada siswa sesuai dengan tugas perkembangan siswa
sekolah dasar . Dimana tugas perkembangan siswa sekolah dasar ialah:
• Memiliki kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Mengembangkan ketrampilan dasar dalam membaca, menulis,
dan berhitung.
• Mengembangkan konsep-konsep yang perlu dalam kehidupan
sehari-hari.
• Belajar bergaul dan bekerja dengan kelompok sebaya.
• Belajar
menjadi pribadi yang mandiri
• Mempelajari
ketrampilan fisik sederhana yang
diperlukan baik untuk permainan maupun kehidupan.
• Mengembangkan kata hati, moral dan nilai-nilai sebagai
pedoman perilaku.
• Membina hidup sehat, untuk diri sendiri, dan lingkungan
serta keindahan.
• Belajar memahami diri sendiri dan orang lain sesuai
dengan jenis kelaminnya dan menjalankan peran tanpa membedakan jenis kelamin.
• Mengembangkan sikap terhadap kelompok, lembaga sosial,
serta tanah air bangsa dan Negara. Mengembangkan
pemahaman dan sikap awal untuk perencanaan masa depan.
Pelaksanaan bimbingan dan konseling di
sekolah dasar memiliki tujuan untuk
membantu memandirikan peserta didik dan mengembangkan potensi-potensi yang
mereka miliki agar berkembang secara optimal.
Karena pada usia sekolah dasar adalah usia tumbuh
dan berkembangnya anak jadi dapat membimbing siswa agar dapat berkembang secara
optimal dan jika terjadi kesalahan dalam tugas perkembangannya dapat diketahui
sedini mungkin sehingga dapat segera ditangani. Pada usia sekolah dasar para
siswa maish mudah untuk dibimbimbing dibandingkan dengan usia SMP atau SMA
sehingga dapat dibentuk menjadi individu yang lebih baik untuk masa depan. Namun pada awalnya bimbingan dan konseling di
sekolah dasar hanya diberikan pada peserta didik yang menunjukkan
gejala penyimpangan dari laju perkembangan yang normal, dan pelayanan bimbingan
dan konseling tersedia untuk semua peserta didik, agar proses perkembangannya
berjalan lebih lancar. Namun pelaksanaan bimbingan dan konseling yang
sesungguhnya dilakukan untuk membimbing semua siswa agar menjadi individu yang
lebih baik lagi bukan hanya untuk membantu menyelesaikan permasalahan siswa
yang bermasalah.
Pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah dasar
terdapat 4 bidang pelayanan yaitu:
ü Pribadi : Pelayanan yang diberikan untuk bidang pribadi
seperti kesehatan dan ekonomi
ü Sosial : Pelayanan yang diberikan untuk bidang
social seperti komunikasi dengan teman kelas
ü Belajar : Pelayanan yang diberikan untuk bidang belajar
seperti kesulitan belajar pada siswa
ü Karir : Pelayanan yang diberikan untuk bidang
karir seperti cita-cita dan hobi yang dimiliki siswa
Pada bidang layanan yang diberikan pada
sekolah dasar sama seperti yang dilaksanakan pada siswa SMP dan SMA yang membedakan adalah fungsi pelayanan, dimana fungsi
pelayanan di sekolah dasar terdapat fungsi pelayanan Advokasi.
Jenis
Pelayanan yang diberikan pada siswa sekolah dasar ialah:
ü Orientasi
ü Informas,
ü Penempatan
dan Penyaluran
ü Penguasaan
Konten
ü Konseling
perorangan
ü Bimbingan
Kelompok
ü Konseling
Kelompok
ü Konsultasi
ü Mediasi
Dan pelaksanaan bimbingan dan konseling
di sekolah dasar didukung dengan kegiatan pendukung seperti: Aplikasi
Instrumentasi, Himpunan Data, Konferensi Kasus, Kunjungan Rumah, Tampilan Perpustakaan,
Alih Tangan Kasus.
Pemasalahan yang sering terjadi pada
siswa sekolah dasar biasanya masalah adaptasi dengan sekolah yang baru karena
mereka baru saja melewati di masa taman kanak-kanak jadi masih terbawa denga
perilaku di taman kanak-kanak seperti penyesuaian diri awal masuk sekolah, tidak mau makan, membrontak di kelas, suka
memukul, berkelahi dan suka berbohong.
Pelayanan bimbingan dan konseling yang
diberikan pada siswa sekolah dasar harus dibuat semenarik mungkin dan harus
bisa membuat siswa nyaman dengan pelayanan yang diberikan. Guru bimbingan dan
konseling juga harus lebih kreatif dan sabar karena apada usia sekolah dasar
anak belum mampu berpikir apa masalah yang mereka hadapi sehingga gurulah yang
harus lebih teliti dengan perubahan tingkah laku anak. Dan dibuat kerjasama
yang kuat dengan wali murid agar mudah dalam pemberian informasi tentang
perilaku dan perkembangan pada anak.
Pelayanan Bimbingan dan Konseling yang menarik bagi siswa Sekolah Dasar dengan memberikan beberapa cara sebagai berikut:
1. Bermain sambil belajar
Anak-anak diberikan pelayanan konseling dengan menggunakan permainan di kelas seperti dibentuk kelompok yang terdiri dari beberapa orang dan salah satu ditunjuk sebagai ketua lalu saling tanya jawab.
2. Menggunakan Media
Pemberian pelayanan juga dapat diberikan dengan menggunakan media seperti power point dan dibuat menarik dengan mengisi dengan gambar-gambar dengan begitu anak lebih mudah memahami.
3. Menggunakan alat bermain
Agar lebih dekat dengan anak yang mempunyai kebutuhan khusus pendekatan dapat dikalukan dengan memberikan beberapa alat bermain agar anak merasa nyaman dan mudah bercerita.
Sumber Referensi : Erlin Setyani, S.Pd Pada Kuliah Umum BK Pendidikan Dasar
Pelayanan Bimbingan dan Konseling yang menarik bagi siswa Sekolah Dasar dengan memberikan beberapa cara sebagai berikut:
1. Bermain sambil belajar
Anak-anak diberikan pelayanan konseling dengan menggunakan permainan di kelas seperti dibentuk kelompok yang terdiri dari beberapa orang dan salah satu ditunjuk sebagai ketua lalu saling tanya jawab.
2. Menggunakan Media
Pemberian pelayanan juga dapat diberikan dengan menggunakan media seperti power point dan dibuat menarik dengan mengisi dengan gambar-gambar dengan begitu anak lebih mudah memahami.
3. Menggunakan alat bermain
Agar lebih dekat dengan anak yang mempunyai kebutuhan khusus pendekatan dapat dikalukan dengan memberikan beberapa alat bermain agar anak merasa nyaman dan mudah bercerita.
Sumber Referensi : Erlin Setyani, S.Pd Pada Kuliah Umum BK Pendidikan Dasar
1. Tulis sumber referensi
BalasHapus2. Berikan penjelasan lebih dalam tentang pelayanan seperti apa yang menarik untuk siswa SD